Musim Belajar di Rumah di Massa Covid 19 Digunakan Sunatan Anak

KOPI, Pasaman– Sejak Virus COVID 19 melanda negara kita pemerintah pusat terus berupaya untuk mencegah penularan covid 19 ini yang salah satu nya yaitu meliburkan siswa sekolah dasar (SD) untuk melakukan aktivitas di luar rumah yang artinya mereka bakal menyongsong libur panjang atau belajar dirumah melalui Daring.

Pada saat seperti ini banyak orang tua memanfaatkan momen dengan menyunatkan anak. Alasannya karena tak ingin mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah nanti apabila mulai kembali aktif sekolah lagi. Anak juga bisa memanfaatkan liburan dengan belajar di rumah dengan tenang.

Desi yang mengkhitan anaknya sekaligus berdua yaitu Rozak dan Zoki dengan cara sunat konvensional di rumahnya Jalan komplek teratai Lubuk sikaping.

“Umur 10 tahun kami rasa sudah cukup matang untuk menyunat Rozak dan Zoki apalagi dia sendiri yang minta jadi kami merasa lega,” kata Desi dan Novis orang tua mereka.

Desi dan Novis suwandi mengatakan sebagai orangtua yang baik dia menunggu kesiapan putranya yang sekolah di SDN 19 ambacang anggang untuk sunat.

Novis suwandi menjelaskan, selain karena alasan memenuhi kewajiban agama, sunat pada anak laki-laki akan memberikan banyak manfaat kesehatan.

Lalu kenapa memilih metode konvensional padahal ada hal yang lebih praktis, Novis mengaku hal itu dilakukan atas berbagai pertimbangan.

“Kalau konvensional itu kita sudah tahu hasil produksinya sementara menggunakan laser atau sistem baru klaim kita kan belum tau hasil produksinya, kata dia tertawa kepada jurnalis Kopi-pasaman.com

Mengenai khitan di rumah Desi menjelaskan Baginya sebagai orang tua yang mengkhitankan anaknya sangat dianjurkan untuk menemani selama proses khitan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan moril anak.

“Anak-anak harus mendapat dukungan dari keluarga jadi dilakukan dirumah saja dengan memanggil perawat berpengalaman. Buktinya Rozak dan zoki disunat tadi tidak menangis katanya saat dipotong tidak sakit hanya saat disuntik saja yang sakit,” jelas dia.

Agar hasil khitannya bagus dan sesuai keinginan Novis memiliki beberapa kiat yakni tidak ada pantangan makanan bagi anak, harus memberikan makanan yang berqizi untuk Rozak dan zoki bukan malah menghindari makanan yang berguna untuk penyembuhan seperti telur, ikan, daging.

Desi juga aktif menjaga luka agar tetap kering/tidak terkena air paling tidak selama 4-5 hari untuk mempercepat proses penyempuhan dan pengeringan luka.

“Makanya Rozak dan zoki saya gunakan sarung yang longgar untuk mencegah gesekan pada luka khitan yang dapat menimbulkan sensasi nyeri berlebihan,” jelas dia. (Rch)

Bagikan ke sosmed anda, Klik Tombol Dibawah :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat